Tampilkan postingan dengan label Libas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Libas. Tampilkan semua postingan

Makna Strategis, Properti dan Negosiasi

Kata-kata serapan dibawah ini sering digunakan untuk lokasi, pembilian tanah. Istilah strategis, properti dan negosiasi ini biasanya digunakan untuk iklan tanah dan rumah yang dinyatakan keberadaannya menyenangkan.
Strategis dalam bentuk adjektiva berarti yang bersifat letaknya baik dan nyaman untuk ditempati. Istilah strategis yang bersifat strategi tempatnya. Dapat diambil kesimpulan istilah strategis yang bersifat letaknya strategi. Masyarakan akan tertarik untuk membeli tanah atau bangunan yang nyaman untuk ditempati itu.
Properti (nomina) berarti tanah dan bangunan serta sarana dan prasarana yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanah dan bangunan. Istilah ini sering digunakan untuk periklanan penjualan tanah atau bangunan. Istilah properti digunakan agar periklanan itu menarik dan orang-orang tertarik untuk membelinya.

Steril, Sterilisasi dan Sterilitas

Berbagai istilah yang berasal dari kata resepan bahasa asing tanpa kita sadari digunakan sehari-hari. Kata steril sering kita dengar di kehidupan sehari-hari dalam hal makanan dan obat-obatan. Orang banyak mengetahui makna dari kata steril. Akan tetapi banyak yang tidak tahu turunan kata dari kata steril yaitu sterilisasi dan sterilitas. 
Kata steril dalam kamus elekrik bahasa Indonesia KBBI berarti bersih dari kuman atau mikroorganisme lain dalam bidang kimia. Sedangkan dalam biologi steril mempunyai arti tidak subur; mandul; tidak dapat berkembang biak. Berdasarkan keterangan tersebut kita tahu penggunaan dari kata steril yang berbeda arti dalam bidang tertentu. Kita selalu makan dengan benda yang steril terutama dalam hal obat-obatan karena banyak orang berpendapat bahwa dengan makanan yang steril dapat menjaga kesehatan. Kata ini juga digunakan untuk menyatakan bahwa daerah tersebut telah terhindar dari penyakit. 

Olimpiade atau Olimpis?


Oleh Khoirun Nisa’
UIN MALIKI MALANG

Di dalam Kompas, Jumat , 5 Maret 2010 oleh Andre Moller yang berjudul “Pemainan Olimpis”. Menjelaskan sedikit tetang permainan yang diselenggarakan di Indonesia da permainan tersebut sebagian besar disebut dengan Olimpiade.
Namun kata  Olimpiade bukan berasal dari bahasa Indonesia. Kata olimpiade menurut mitologi Yunani kuno, Zeus dengan anakanya, Herakles adalah adalah pendiri permainan Olimpis, dari sinilah kata Olimpiade muncul dan sering digunakan oleh masyarakat luas termasuk sampai di Indonesia. Salahnya kata Olimpiade dalama KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia)  kata olimpiade belum dibakukan penggunaanya.

Kapabilitas, Akseptabilitas, dan Loyalitas

Oleh Ikmal Arif Septiawan

            Kata-kata seperti di atas sudah sangat sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Baik itu di media cetak, elektronik, ataupun percakapan antar individu seperti halnya dalam percakapan guru dan murid. Ketiga kata tersebut sudah bisa dibilang populer di telinga masyarakat. Tapi tahukah kita asal-usul kata-kata tersebut? Kata asli Indonesia kah atau serapan kah? Adakah perbedaan dalam arti, kedudukan kata, atau bentukannya?
            Kapabilitas, akseptabilitas, dan loyalitas merupakan kata-kata serapan dari kata-kata bahasa Inggris yakni capability, acceptability, dan loyality. Dari sini kita bisa langsung tahu bahwa terdapat perubahan berntuk dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Akhiran -ity dalam bahasa Inggris berubah menjadi -itas dalam bahasa Indonesia. Namun, kedudukan mereka tidak berubah yakni tetap sebagai kata benda.

Metodis dan Metodik

Oleh Irham Aladist, Uin Malang

Penggunaan kata benda dan keterangan sering kali tidak tepat atau taat kaidah. Masyarakat sering bermasalah dalam menempatkan kata benda dan keterangan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi keempat, kata benda (nomina) adalah kelas kata yang dalam bahasa Indonesia ditandai oleh tidak dapat bergabungnya dengan kata tidak. Misal, rumah adalah nomina (kata benda) karena tidak mungkin dikatakan tidak rumah.  Nomina dapat berfungsi sebagai subjek atau predikat. Contoh, buku dalam kalimat “Buku itu milik Andi.” (sebagai subjek), atau “Andi membeli buku.” (sebagai objek). Buku dalam hal ini tidak dapat dikatakan tidak buku.
Adapun keterangan (adverbia) adalah kata yang memberikan keterangan pada verba, adjektiva, nomina predikatif atau kalimat yang berfungsi sebagai predikat. Misalnya kata “baik” dalam kalimat “Dia bekerja dengan baik”. Kata baik adalah adverbia karena berfungsi memberikan keterangan pada verba “bekerja”.

Nominasi dan Nominee

Nominasi atau Nomine? Akhir-akhir ini, banyak diselenggarakan acara penghargaan bagi sosok masyarakat yang berbakat atau berprestasi baik dari kalangan pengusaha, ilmuwan ataupun artis. Dalam acara penghargaan tersebut sering dijumpai penggunaan kata nominasi. Pewara sering melafalkan “dan, nominasi untuk kategori aktor terbaik adalah...” 

Penggunaan kata tersebut pada dasarnya telah mengalami penyimpangan dari arti sesungguhnya. Kesalahan penggunaan kata tersebut seperti terjadi secara turun menurun karena penggunaan yang terus menerus tanpa menghiraukan arti sesungguhnya. Kata nominasi adalah kata serapan dari bahasa Inggris yang diambil dari kata nomination.

Kontradiktif atau kontradiksi?

Kata di atas berasal dari bahasa inggris “contradict” yang berarti menyangkal atau membantah. Kata ini diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kontradiksi sebagai kata benda atau noun yang berarti pertentangan antara dua hal yang sangat berlawanan. Kata “contradict” sendiri mempunyai bentuk adjectiva dalam bahas inggris, yakni “contradictive” yang diserap utuh ke bahasa Indonesia menjadi “kontradiktif”.

Profesionalisasi dan Profesionalitas

Perkembangan Kamus Besar Bahasa Indonesia selalu mendapatkan tambahan entri setiap edisinya. Dalam KBBI Pusat Indonesia edisi keempat, kita akan menemui kata profesi beserta turunannya yaitu kata profesi, professional, profesionalisme dan profesionalitas.
Bahasa bersifat mudah berubah-ubah pada setiap perkembangan zaman. Hal ini sangat berhubungan erat dengan penggunaan bahasa pada setiap manusia yang ada di dunia, termasuk penggunaan pada kata serapan professional yang berasal dari kata bahasa Inggris menjadi profesional dalam bahasa Indonesia.namun sering sekali masyarakat Indonesia menggunakan kata profesionalisasi, dimana kata tersebut tidak ada dalam kamus besar bahasa Indonesia.

STABIL, STABILITAS DAN KESTABILAN

Stabilitas dan kestabilan seperti mempunyai makna yang sama. Lantas, mana yang seharusnya dipakai?
Kedua kata tersebut, stabil dan stabilitas, berasal dari kata yang sama yaitu stabil. Stabil berarti mantap, kukuh, tidak goyah, tetap, tenang, tak berubah-ubah.

Stabil merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa Inggris yaitu stable. Kata stable ini diserap ke dalam bahasa Indonesia setelah melalui proses penyesuaian ejaan sufiks asing -le pada kata stable ini disesuaikan menjadi –il dalam bahasa Indonesia sehingga berubah menjadi stabil.

Radiks, Radikal, Radikalisasi dan Radikalisme




Sering kita jumpai dalam setiap masalah agama di Indonesia, munculnya aliran-alian dalam setiap agama wajar adanya. Seperti halnya dalam Islam, terdapat alian islam kiri dan islam kanan, islam yang radikal dan islam yang fundamental. Fokus kita kali ini akan membahas kata radikal. Kata islam yang digandengkan dengan kata radikal (islam radikal) memiliki arti islam yang dicontohkan seperti FPI,dan  JI.

Penggunaan Kronologi dan Kronologis


            Masyarakat sering salah kaprah dalam menggunakan istilah kronologis. Seperti pada salah satu contoh kalimat berita yang ada dalam artikel dalam kolom bahasa di Majalah Tempo edisi 25 Mei 2008,

1)      Berikut ini adalah kronologis pembunuhan keji itu.

Otomatisasi dan Otomasi

Kita tahu bahwa banyak sekali kata-kata serapan yang berasal dari bahasa Inggris, baik kata automatic yang berasal dari bahasa Inggris dan kata otomatis yang diserap dalam bahasa Indonesia. Didalam percakapan ataupun sebuah karya tulis, kesalahan ejakan dan pembakuan kata sangatlah berpengaruh. Karena kata mempunyai banyak sekali perubahan dalam segi pembakuan dan ejakan.

Proses dan Prosesi



Pada sebuah acara pernikahan, sering dijumpai kata-kata ‘prosesi pernikahan’ atau ‘prosesi segera dimulai’. Hal ini membuat kata prosesi seolah bermakna sama dengan kata ‘proses’. Benarkah itu?
Prosesi adalah kata serapan dari bahasa Inggris yaitu procession. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), prosesi (nomina) berarti pawai khidmat di upacara atau gereja. Kata ini juga bisa bermakna pergerakan berdasarkan urutan waktu atau jarak
Diberdayakan oleh Blogger.
 
© 2009 LinguaSphere | Powered by Blogger | Built on the Blogger Template Valid X/HTML (Just Home Page) | Design: Choen | PageNav: Abu Farhan