Senin, 25 April 2011

JENIS-JENIS PENDEKATAN DALAM KONSELING


    Ada berbagai macam teori yang dapat digunakan sebagai landasan oleh seorang konselor yang melakukan konseling. Dalam hal ini akan diuraikan beberapa macam pendekatan, antara lain:

a.    Pendekatan Psikoanalitik
Pendekatan psikoanalitik menekankan pentingnya riwayat hidup klien (perkembanan psikoseksual), pengaruh dari impuls-impuls genetik (instink), pengaruh dari pengalaman dini kepada kepribadian individu. Manusia pada dasarnya ditentukan dari energi psikis dan pengalaman dini. Motif dan konflik tak sadar adalah sentral dalam tingkah laku sekarang. Pedekatan psikoanalitik telah memberikan cara-cara mencari keterangan dari ketaksadaran melalui anlisis atas mimpi-mimpi, resistensi-resistensi dan transferensi-transferensi.

b.    Pendekatan Eksistensial-Humanistik
Berfokus pada sifat dari kondisi manusia yang mencakup kesanggupan untuk menyadari diri, kebebasan untuk menentukan nasib sendiri, kebebasan dan tanggung jawab, kecemasan sebagai suatu unsur dasar dan kecenderungan untuk mengaktualkan diri. Pendekatan ini membantu individu untuk meningkatkan pemahaman diri melalui mengalami perasaan-perasaan mereka, memfokuskan pada individu sebagai pembuat keputusan dan pencetus pertumbuhan dan perkembangan diri mereka sendiri.

c.    Pendekatan Client-Centered
Pendekatan ini memandang manusia secara positif bahwa manusia memiliki suatu kecenderungan ke arah berfungsi penuh. Dalam konteks hubungan konseling, klien mengalami perasaan-perasaan yang sebelumnya diingkari. Klien mengaktualkan potensi dan bergerak ke arah peningkatan kesadaran, spontanitas, kepercayaan kepada diri, dan keterarahan.
Pendekatan ini dikembangkan oleh Albert Ellis yang berlandaskan asumsi bahwa manusia dilahirkan dengan potensi, baik untuk berpikir rasioanal dan jujur maupun untuk berpikir irasional dan jahat.

h.    Pendekatan Realitas
Pendekatan realitas berlandaskan motivasi pertumbuhan dan antideterministik. Pendekatan realitas adalah suatu sistem yang difokuskan pada tingkah laku sekarang. Pendekatan realitas berlandaskan premis bahwa ada suatu kebutuhan psikologis tunggal yang hadir sepanjang hidup, yaitu kebutuhan akan identitas yang mencakup suatu kebutuhan untuk merasakan keunikan, keterpisahan, dan ketersendirian. Maka jelaslah bahwa pendekatan realitas tidak berpijak pada filsafat deterministik tentang manusia, tetapi dibangun di atas asumsi bahwa manusia adalah agen yang menetukan dirinya sendiri. Prinsip ini menyiratkan bahwa masing-masing individu memikul tanggung jawab untuk menerima konsekuensi-konsekuensi dari tingkah lakunya sendiri.

Tidak ada komentar: